News Feed

3T Digalakkan, Warga kota Kediri Diminta Kooperatif

satuwarta.id – Pemerintah Kota Kediri saat ini meningkatkan target tracing dan testing harian untuk menekan penyebaran kasus Covid-19.

Hal ini masih terkendala banyaknya warga Kota Kediri yang tidak paham pentingnya tracing , testing , dan treatment (3T) Seperti contoh kasus di salah satu kelurahan di Kecamatan Pesantren, warga salah satu RT kompak menolak dilakukan pelacakan kontak ( tracing ) dan swab antigen. Padahal ada warga di RT tersebut meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19.

“Petugas telah mendatangi rumah keluarga pasien yang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19. Kami melihat di dalam rumah ada orang, bahkan petugas sudah menggedor pintu berkali-kali, namun tidak satupun yang keluar,” kata Kepala Puskesmas Pesantren II Dwi Nugraheni Kamis (22/7).

Menanggapi kendala tersebut, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menghimbau masyarakat untuk mendukung 3T. Tracing , testing , dan treatment (3T) sendiri merupakan satu paket kesatuan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M) dalam memutus mata rantai penularan covid-19.

Wali Kota Kediri melanjutkan, saat ini target testing harian di Kota Kediri mencapai 624 tes dengan target tracing 1 kasus terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 15 hingga 30 orang yang melakukan kontak erat.

“Saya minta warga bersedia mengikuti proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif serta melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan test swab. Karena jika dilihat varian delta ini penyebarannya lebih cepat, sembuhnya lebih cepat, namun kematian pun juga jadi lebih cepat,” ujarnya. bby

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close