WISATA

2024, Pemkab Kediri Targetkan Rp3,5 Miliar PAD Pariwisata

satuwarta.id – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mematok target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp3,5 miliar pada tahun 2024.

Target tersebut mengalami angka konstan dengan tahun 2023 yang juga ditargetkan sekitar Rp3,5 miliar. Meski pada realisasi tahun lalu masih mencapai Rp3,4 miliar, namun pemerintah daerah optimis dapat melampaui target yang ditetapkan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Adi Suwignyo mengatakan, pengembangan tersebut ditandai adanya upaya peningkatan terhadap sejumlah destinasi wisata unggulan meliputi aspek fasilitas, layanan, hingga memperbaiki aksesibilitas.

Termasuk tiga wisata alam unggulan Gunung Kelud di bagian timur Kediri, kemudian Air Terjun Dholo dan Irenggolo yang berada di kaki Gunung Wilis, serta eksistensi Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) yang diambil dari retribusi parkir.

“Target 2024 Rp3,5 miliar. Memang ada kenaikan, kami pasang target realistis,” kata Adi Suwignyo, Senin (12/2/2024).

Diakui Adi Suwignyo, pihaknya mengaku target pendapatan daerah itu berkaca pada capaian PAD tahun lalu mengalami kenaikan angka target cukup sigfinikan. Dengan semakin besar PAD maka menunjukkan bahwa suatu daerah mampu melaksanakan desentralisasi fiskal.

Peningkatan target PAD juga mengingatkan tentang potensi wilayah Kabupaten Kediri yang semakin diminati oleh wisatawan untuk menikmati hari libur. Terlebih, kehadiran Bandara Internasional Dhoho Kediri dinilai akan meningkatkan pendapatan daerah disertai pengembangan sektor pariwisata.

“Pengembangan tentunya pembinaan kompetensi dan sumber daya manusia kepariwisataan terkait bagaimana memberi kepuasan menjadi daya tarik tersendiri,” terangnya.

Oleh karena itu, dengan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Kediri, pihaknya berharap pendapatan daerah melalui sektor pariwisata mampu mencapai target yang dipasang.

Harapan itu juga didorong dengan berbagai event bernuansa kebudayaan sebagai upaya menjaring minat wisatawan. Salah satunya pameran batik dan pertunjukkan seni tradisional di Monumen SLG.

“Sebenarnya dengan adanya pariwisata sangat mengharapkan ini bisa mendongkrak tingkat perkembangan industri pariwisata karena sudah ada aksesibilitas,” pungkasnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close