News Feed

“Dilabrak” Emak – Emak, Mas Dhito : Saya Tidak Mungkin Mblenjani Janji

satuwarta.id – Emak-emak memang identik dengan kenyerocosannya. Hal ini juga yang dilakukan oleh Ida Royani, salah satu warga Kecamatan Wates yang melabrak Bupati Kediri karena dirinya merasa diberi harapan palsu oleh oknum pejabat pemerintahan.

Momen ini terjadi ketika Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana sedang melihat persiapan peserta Lomba Memasak Mustika Rasa. Kala bupati muda tersebut menghampiri meja dengan nomor 038 dan membaca rencana resep makanan yang akan dibuat oleh Ida dan kawan satu timnya itu, Ida langsung menghujani Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Hanindhito, dengan berbagai keluhan. “Yang paling penting dari kami itu menyampaikan aspirasi, mas” kata Ida.“Ini Panjenengan sudah ketemu kalih kulo, nopo masalah e jenengan?,” tanya Mas Dhito.“Yang pertama kita ingin teman-teman yang ada dihongkong bisa dibuatkan E-KTP disana,” Ida menyampaikan satu aspirasinya.

Sebab, kata Ida, cuti bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di Hongkong hanya dua minggu dan tidak ada waktu kalau harus mengurus langsung pengurusan pencatatan sipil ke Kabupaten Kediri. Terlebih, dengan jangka waktu tersebut, waktu cuti tersebut terpotong untuk  menjalani karantina.“Oke. Berapa orang?” tanya Mas Dhito.“Ya bapak bisa lihat di Dinas Tenaga Kerja,” Jawab Ida ketus.“Nanti kita akan data dan berikan E-KTP,” jawab Mas Dhito pada wanita yang telah pensisun menjadi PMI itu.

Belum sempat menyelesaikan penjelasannya, pembicaraan Mas Dhito dipotong Ida. Dirinya menginginkan adanya sosialisasi perijinan bagi kawan-kawannya yang masih berada di luar negeri itu. “Itu yang pertama. Yang kedua tentang sosialisasi ijin-ijin. Kalau bisa yang ada di Hongkong itu diberikan sosialisasi bagaimana cara membuat NIB dan lain sebagainya,” tutur Ida.

“Yang Ketiga, kita minta sosialisasi literasi tentang properti. Kita pengen teman-teman yang ada di luar negeri itu jika ambil atau bangun rumah di Kabupaten Kediri itu gampang dengan birokrasi yang tidak berbelit-belit ,” kata Ida tanpa jeda.“Dulu banyak pejabat yang ke Hongkong, kasih janji-janji nanti dipermudah kalau jadi pejabat tapi ternyata setelah mereka jadi pejabat..,” cerocos Ida.

Mas Dhito pun merasa geregetan mendengar cerita oknum pejabat yang pernah memberikan harapan palsu pada salah satu warganya itu. Mas Dhito kemudian menanyakan siapa yang oknum pejabat yang memberikan janji manisnya kepada Ida, namun ida tidak memberikan satu nama pun untuk diberitahukan kepada bupati yang kerap mengendarai vespa tersebut.“Pejabate sopo (pejabatnya siapa), buk. Pemerintahan Saya?” tanya Mas Dhito mencoba mengulik cerita emak-emak berusia 45 tahun itu. “Looh.. banyak. pemerintahan sebelum-sebelumnya,” jelas Ida pada Mas Dhito.

Karena tidak mendapatkan keterangan dari Ida mengenai oknum pejabat tersebut dan Mas Dhito tidak pernah bertolak ke Hongkong untuk menemui warga Kabupaten Kediri disana yang menjadi PMI, Mas Dhito menjawab bahwa jika dirinya yang berjanji maka tidak mungkin harapan palsu yang diberikan pada warganya.“Saya enggak ke sana. Kebetulan saya enggak ke sana. Kalau saya janji pasti saya enggak mungkin mblenjani (mengingkari) janji,” kata Mas Dhito (tam)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close
Close