News Feed

Temui dan Terima Aspirasi Mahasiswa, Bupati Kediri Tegaskan Tidak Mungkin Mblenjani Rakyat

satuwarta.id – Ratusan mahasiswa dari organisasi kemahasiswaan PMII Kediri melangsungkan aksi di depan komplek kantor Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kabupaten Kediri.

Dalam aksinya, para mahasiswa ini menuntut 6 poin utama yakni menuntut pemerintah daerah menurunkan harga BBM, menuntut pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Kediri untuk menjamin ketersediaan pertalite,. menuntut perbaikan sistem tata niaga barang dan jasa, menstabilkan harga pasar dan menindak tegas oknum pasar yang merugikan masyarakat, peninjauan kembali kenaikan PPN, menuntut pemerintah untuk mengkaji ulang undang-undang IKM, serta terakhir menolak penundaan pemilu dan mengevaluasi wacana tiga periode.

Selain menyampaikan tuntutan melalui orasi, para mahasiswa juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan kondisi masyarakat saat ini. Para mahasiswa kemudian ditemui Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Ketua DPRD kabupaten Kediri Dodi Purwanto, dan Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho.

Aksi itu semula digelar di Jalan Soekarno Hatta tepatnya di depan komplek Pemkab dan DPRD Kabupaten Kediri. Meski turun hujan, mereka tetap bertahan di depan Pemkab Kediri. Namun, karena hujan semakin deras, menggunakan pengeras suara Mas Dhito mempersilahkan semua mahasiswa yang melakukan aksi untuk masuk ke dalam komplek Pemkab Kediri.

Kegiatan dilanjutkan di dalam Lapangan Tenis Indor komplek Pemkab Kediri. Dalam aksi damai itu, setelah mahasiswa menyampaikan aspirasi, Mas Dhito pun memberikan tanggapan dilanjutkan penandatanganan surat tuntutan peserta aksi. Selain Mas Dhito dan Ketua DPRD, penandatanganan surat tuntutan mahasiswa itu dilakukan pula oleh Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho dan Ketua Umum PC PMII Kediri Muhammad Eko Yulianto.

“Jadi saya mau menyampaikan sekali lagi yang pertama permohonan maaf dari pemerintah kabupaten kalau kami masih dirasa kerja kurang maksimal, tapi bahwa kami tidak mungkin blenjani rakyat. Itu satu hal yang tolong dipegang betul,” tegas Mas Dhito.

Surat tuntutan, yang telah ditandatangani itu kemudian diserahkan ke Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana untuk disampaikan ke Pemerintah Pusat.

” Pasti akan kita kirimkan ke pusat. Tapi ada hal-hal yang kita harus pelajari juga. Tidak mungkin kita menyampaikan sesuatu yang nanti ujungnya sia-sia. Jadi, kira-kira mana saja yang mungkin betul-betul bisa diperhatikan oleh pemerintah pusat, itu yang akan kita sampaikan, ” tambah Mas Dhito.

Muhammad Eko Yulianto sendiri menyampaikan syukur karena separo tuntutannya membuahkan hasil. Diakui, tuntutan aksi demonstrasi yang dilakukan ditujukan kepada pemerintah pusat dan dititipkan kepada pemerintah daerah.

“Alhamdulilah pemerintah daerah baik itu bupati, Ketua DPRD maupun Kapolres sudah bersedia ataupun mengijabahi tuntutan kami, dan semoga nanti ada kabar baik terkait tuntutan kami dan dijawab pemerintah pusat,” ucapnya.by

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close
Close