BISNIS

Dekatkan Layanan Perijinan Bagi UMKM kota Kediri

satuwarta.id – Upaya untuk menggerakkan perekonomian terus dilakukan Pemerintah Kota Kediri. Salah satunya dengan mendekatkan layanan perizinan bagi UMKM pada Kamis (7/4/2022), bertempat di Masjid Al-Falah.

“Kita dekatkkan layanan perizinan pada pelaku UMKM. Semua akan punya akses lebih mudah kalau punya izin. Sekarang perizinan sudah sangat cepat dan mudah,” ujar Wali Kota Abdullah Abu Bakar.

Pada Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idulfitri beberapa usaha ramai seperti usaha makanan, hampers, bingkisan, dan kue kering Wali Kota Kediri pun mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan Nglarisi Dagangan UMKM Kota Kediri.

Melalui gerakan tersebut diharapkan perekonomian di Kota Kediri dapat berputar lebih kencang. “Saat ini perekonomian di Kota Kediri memang sudah berputar. Namun berputarnya masih lambat. Saya mengajak semua masyarakat untuk membeli produk UMKM kita sendiri. Belinya di tetangga kita saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DPM PTSP Kota Kediri Edi Darmasto mengatakan total ada 12 pemohon perizinan NIB pada hari ini. Sebanyak 8 perizinan telah berhasil dan sisanya masih mengalami kendala pada NIK-nya.

“Ini merupakan salah satu kegiatan mobile public service. Tadi kita melayani perizinan bagi teman-teman UMKM. Sekarang izin usahanya sangat mudah melalui OSS. Untuk pelaku UMKM syaratnya mudah hanya NIK, nomor telefon dan alamat email saja,” jelasnya.

Tak hanya layanan perizinan bagi UMKM, dalam acara silaturahmi ini juga dilaksanakan Operasi Pasar Murah. Dimana menyediakan telur dengan harga Rp 20.500 per kilogram, beras kemasan 5 kilogram dengan harga Rp 46.000, minyak goreng dengan harga Rp 20.500 per liter, dan gula pasir dengan harga 11.500 per kilogram. Masyarakat dapat membeli dengan menggunakan kupon.

Lalu ada pula pameran kaligrafi dari Quran Massive (Qurma). Selain itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar juga memberikan santunan kepada 20 anak yatim.by

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close
Close