HUKUM & KRIMINAL

Banting Ponsel Mantan Istri, Pria Ini Terpaksa Meringkuk di Balik Bui

satuwarta.id – Suhendra alias Endro, warga Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri terpaksa harus merasakan dinginnya sel Mapolsek Ngadiluwih. Hal itu terjadi setelah pria 37 tahun itu dilaporkan ke Polisi oleh mantan istrinya, yakni Susiati (36), asal Dusun Purwoharjo Desa Purwokerto Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri dengan tuduhan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan dan pengrusakan.

Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budhi mengungkapkan awal mula perkara tersebut terjadi. Awalnya, Suhendra sengaja mendatangi mantan istrinya itu bekerja di pabrik tahu Desa Slumbung Kecamatan Ngadiluwih.

“Pada saat menemui korban atau mantan istrinya itu, pelaku ini meminta ponselnya dengan maksud ingin melihat foto yang ada di ponsel milik korban,”ucap AKP Iwan, Sabtu (2/4/2022).

Karena tidak di perbolehkan oleh korban, lanjut kata AKP Iwan, pelaku meminta secara paksa ponsel merek Oppo A54 warna biru milik korban. Cekcok pun terjadi. Pelaku yang berusaha meminta ponsel korban terus memaksa.

Namun karena tetap di pertahankan oleh korban maka pelaku akhirnya menarik paksa hingga korban terjatuh dan terbentur meja beton yang berada di belakangnya.

“Setelah berhasil menguasai ponsel milik korban lalu di bawa pergi. Dan selanjutnya saat berjalan 3 meter ponsel milik korban di banting ke tanah hingga rusak,”terang mantan Kapolsek Ngancar ini.

Tak puas membanting ponsel milik korban. Ponsel tersebut di ambil kembali oleh pelaku dan di masukan saku celana belakang sebelah kanan dan dibawa pergi. Sesampainya di sungai Desa Cendono Kecamatan Kandat ponsel tersebut di buang oleh pelaku.

“Sementara itu korban mengalami luka memar di kepala bagian belakang dan telinga sebelah kanan,”tutur Kapolsek Ngadiluwih.

Puas melampiaskan amarahnya itu, pelaku kemudian kabur. Petugas yang melakukan serangkaian penyelidikan berhasil menangkap pelaku di Kota Surabaya, Kamis malam (31/3/2022).

“Motif pelaku ini cemburu dengan mantan istrinya. Hubungan pelaku dan korban ini resmi cerai sejak bulan Desember 2021. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Ngadiluwih,”ungkap AKP Iwan. by

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close
Close