OLAHRAGA

Ditahan Imbang PS Palembang, Fokus di Menit-Menit Krusial Terbukti Belum Matang

satuwarta.id – Langkah Persedikab untuk lolos ke Liga 2 makin berat. Setelah di laga pertama 16 besar Liga 3 meraih hasil imbang, di laga kedua anak-anak Bledug Kelud kembali hanya bermain imbang dengan PS Palembang.

Berlaga di Stadion Joko Samudro, Gresik, (09/03/2022) Persedikab tertinggal lebih dulu lewat gol pemain PS Palembang Risky Dwi di menit 20.

Persedikab baru bisa mengejar di babak kedua. Laga baru berjalan 5 menit saat M Khanafi menyamakan skor menjadi imbang 1-1. Selang 9 menit kemudian setelah, kapten Persedikab itu kembali mencatatkan nama di papan skor. 2-1 untuk Persedikab.

PS Palembang balik menekan dan menyamakan kedudukan di menit 69 lewat gol Delvris Stevanus. Persedikab yang mengandalkan umpan-umpan jauh, berusaha mengejar kemenangan.

Usaha Persedikab menemui hasil di 10 menit akhir laga. Pada menit 86, Risky Wahyu mencetak gol untuk membesarkan asa Persedikab lolos ke babak selanjutnya.

Sayangnya, kemenangan yang sudah didepan mata buyar. “Kebiasaan” buruk Persedikab di menit-menit akhir rupanya belum berubah. 2 menit jelang waktu normal usai, Risky Dwi menyelamatkan PS Palembang dari kekalahan lewat golnya. Hasil imbang 3-3 bertahan sampai laga berakhir.

Hasil imbang ini memperkecil peluang lolos Persedikab ke babak selanjutnya. Tim asuhan Tony Ho ini wajib menang di laga terakhir jika ingin lolos ke babak selanjutnya.

Masalah kebobolan di menit-menit krusial ini sebelumnya sudah menjadi salah satu bahan evaluasi tim.Pelatih Persedikab Tony Ho menegaskan masalah konsentrasi jadi salah satu hal utama dalam pembenahan tim.” Konsentrasi,  kita sering kecolongan di saat-saat akhir. Itu yang harus kita benahi, ” tegasnya beberapa waktu lalu.

Dengan 16 besar tinggal menyisakan satu laga, tentu pembenahan perlu dilakukan sesegera mungkin. Lepas konsentrasi, bukan tidak mungkin promosi Liga 2 harus menunggu lebih lama lagi. bby

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close
Close